Scurve

M. Fadhlan Nayottama

Project ini menggambarkan proses belajar yang dilalui oleh Tama, berisi pengalaman dan rasa ingin tahu, yang dilatar belakangi oleh tiga hal utama yaitu pengalaman internship, curiosity, dan kemampuan mengenali pola dalam suatu proses. Tama mengakui project ini dianalogikan seperti membangun sebuah rumah yang mulai dari perencanaan, mencakup estimasi harga kebutuhan, menyusun jadwal dan perkiraan waktu pengerjaan agar hasil dapat dicapai secara terstruktur.

Dalam pengerjaan project ini Tama mengalami beberapa kendala berupa keterbatasan data dan waktu. Dari hambatan tersebut, Tama mengambil pelajaran bahwa kesabaran adalah hal sederhana yang sangat penting dalam sebuah proses, kedepannya Tama berharap project ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya proses, perencanaan dan pembelajaran berkelanjutan.

Parengan Resource Information Map

Muhammad Danish A.

Banjir di sumatera menjadi bukti krisisnya iklim dan penebangan hutan yang merajalela, Danish mengakui ini adalah salah satu alasannya untuk membuat project ini, dalam semester ini Danish melakukan banyak hal, dan menemukan bahwa dirinya memiliki ketertarikan di bidang kehutanan sehingga terciptalah project ini. Di dalam project ini terdapat parengan information map, KPH parengan data report dan juga membahas perbedaan hutan sawit dengan hutan pada umumnya.

Selama membuat Project ini Danish mengeksplorasi banyak hal, seperti datang langsung ke Parengan untuk mengenalkan tentang perhutani dan KPH Parengan, Danish juga research tentang hutan yang membuatnya belajar bahasa inggris, karena map yang di buatnya memakai Bahasa Inggris, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas dan analisisnya dalam mencari informasi. Di project ini Danish mengambil topik yang sering dibahas di media nasional maupun internasional.

Dari project ini Danish berhasil membuat Map, Report dan Brochure tentang hutan yang sudah diteliti oleh dirinya, selama pengerjaan project ini Danish melewati banyak tantangan, seperti kekurangan ide saat mendesain Map dan brochure, kalah melawan rasa malas dan dirinya yang belum terlalu ahli dalam mendesain, tapi Danish berhasil melewati masalah tersebut. Dalam project ini Danish mengakui, dirinya jadi lebih mengetahui mengenai masalah lingkungan yang terjadi di indonesia akhir – akhir ini.